Langsung ke konten utama

Cantik Berhijab


(foto: Google)

Enggak jadi halangan buat tetap tampil stylish dengan balutan jilbab. Yuk, berkreasi memadukan dua warna yang berbeda, buat kita pemilik bentuk wajah lonjong dan persegi. Berikan kesan lembut pada garis wajah, sehingga tampak cantik bersahaja.

v  Wajah Lonjong
Wajah lonjong yang cenderung panjang, cocok untuk bergaya dengan berbagai model jilbab. Enggak perlu berlebihan, namun kita bisa berkreasi memadukan warna, motif apapun, dan material kerudung yang beragam. Namun, jika ingin menyeimbangkannya, kita perlu memperhatikan pada bagian atas maupun samping jilbab, untuk menghindari kesan lebih panjang dan sempit pada wajah kita.

Don’t : Untuk menghindari kesan wajah yang sempit dan lebih panjang, sebaiknya posisikan batas jilbab tepat di atas alis. Dan pada bagian sampingnya beri jarak kurang lebih hingga batas luar alis.

Extra Tip:
Gunakan bantuan cepol rambut sebelum memakai jilbab untuk memberi kesan volume, tapi jangan sampai terlalu tinggi, supaya enggak membuat wajah jadi semakin panjang.

v  Wajah Persegi
Umumnya wajah persegi selalu memiliki dahi yang tinggi, juga tulang pipi dan garis rahang dengan lebar yang sama. Enggak perlu ragu buat menonjolkan bentuk rahang yang cenderung tajam dan lebar. Namun, jika ingin menghasilkan kesan yang lembut pada wajah, sebaiknya gunakan kerudung rounded shape dengan model layer berwarna soft, yang akan membuat benuk wajah yang tegas menjadi lebih lembut.

Don’t : Bentuk rahang yang tegas akan lebih mencolok jika kita menggunakan jilbab terlalu mundur hingga bagian rahang sangat terlihat.

Extra Tips 

Gunakan bantuan ninja/ciput yang pas di kepala, karena jika terlalu longgar, selain enggak nyaman dan rambut yang mudah keluar, juga akan memberikan kesan wajah dan rahang yang semakin lebar. Jika terlalu sempit maka membuat wajah jadi terlihat kaku.

Komentar

Posting Komentar

Postingan

Feature Olah Rasa

Hidupku Ada di Mesin Jahit (Foto : Fitri) http://writerspapitri.blogspot.co.id/2017/09/feature-olah-rasa.html Singsing mentari yang semakin meninggi menunjukan seperempat waktu dari terbitnya sebelum kembali kedekapan senja. Meski sudah pukul sembilan pagi, namun cahayanya cukup menciptakan gerah yang mengusik kenyaman. Jalan demi jalan ditelusurinya, gang demi gang di masukinya, kampung demi kampung ia teriaki dengan sepeda motor. Terik matahari yang dapat mnghanguskan kulit tak lagi menjadi halangan untuk meneruskan pekerjaannya, menawarkan dagangan yang berbentuk jasa. Demi mencari nafkah untuk keluarga kecilnya ia rela berputar-putar dan  berteriak “Jaittt…   Jaittt…   Jaittt…!”. Dialah Asep Syaifuloh, berasal dari Karawang. Di usianya yang tergolong masih muda yaitu 26 tahun, ia tetap bekerja keras demi istri dan anaknya. Tetesan keringat yang bercucuran membasahi wajah dan seluruh tubuhnya tak lagi ia hiraukan. Ia memiliki seorang...

Feature Olah Rasa

Readers, aku mau posting tentang feature lagi nih, feature olah rasa yang ke 2. Sebelumnya berjudul Hidupku Ada di Mesin Jahit . Oiya tulisan ini juga udah dimuat loh, di cnnindonesia.com, rubrik student. Semoga bermanfaat & selamat membaca! 😊 Ibu, Kau Segalanya Bagiku Ilustrasi (Foto: yc0407206360/Pixabay) Jakarta, CNN Indonesia  -- Aku tak bisa hidup jika bukan karena kehendak Sang Pencipta dan perjuangan seorang ibu yang dianugrahi untuk merawatku. Bagiku ibu adalah segalanya. Kasih sayangnya yang tak terbatas bagai jurang tanpa dasar atau bumi yang tak berujung. Ibu juga bagai malaikat tanpa sayap. Tangis kesakitan di tengah malam, membelah kesunyian dan udara dingin yang menusuk kulit. Ibu mempertaruhkan nyawa untukku, walau harus mempertaruhkan hidup dan matinya. Rasa sakit yang tak terbayangkan terkalahkan oleh kebahagiaan saat terdengar suara bayi kecil nan mungil menangis. Aku adalah anak perempuan pertama dari empat bersaudara dan seka...

Raksasa Bali yang Labil

ilustrasi : dibuat sendiri oleh penulis Saat ini Gunung Agung, akan erupsi sedang jadi pusat perhatian orang banyak, di Indonesia maupun luar negeri. Bahkan media-media luar negeri juga menjadikan Gunung Agung sebagai bahan pemberitaan. karena statusnya yang sedang aktif (awas). Gunung ini juga berada di pulau yang sering dikunjung oleh turis lokal ataupun turis asing karena keindahan alamnya (wisata) yang luar biasa. Gunung Agung terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Gunung itu juga gunung tertinggi di Pulau Bali dengan ketinggian sekitar 3.142 mdpl (meter diatas permukaan laut), bisa disebut juga gunung raksasa di Pulau Bali. Beberapa waktu lalu Gunung Agung dinyatakan berstatus awas atau Level IV dan tak lama terdengar kabar, bahwa gunung tersebut turun statusnya, dari awas menjadi siaga (Level III). Gunung raksasa itu terlihat labil, sebab statusnya yang bergonta-ganti. Pasti penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Agung binggung...