![]() |
| Google, Gunung Agung Bali Marah |
Gunung Agung saat ini masih jadi pusat perhatian orang
banyak, terutama warga Bali. Karena saat ini gunung yang aktif (ingin meletus) hanya Gunung
Agung. Gunung Agung juga gunung tertinggi di Pulau Bali dengan ketinggian
sekitar 3.031 mdpl. Gunung ini adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini
memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang
mengeluarkan asap dan uap air.
Gunung ini terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Status Gunung Agung saat ini dinaikkan dari Level
I (Normal) ke level II (Waspada) pada Kamis, 14 September 2017 pukul 14.00 WITA.
Pos Pengamatan merekam tujuh kali
gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo 2-6 mm, lama gempa 12-23 detik. Selain
itu, tercatat empat kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplitudo 3-6 mm
dan lama gempa 7-13 detik. Hanya berselang empat hari, status Gunung Agung kembali dinaikkan, aktivitas Gunung Agung dari
Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) terhitung mulai Senin, (18/9/2017).
Gunung Agung terakhir kali meletus pada 1963. Saat itu,
letusan mengalami lima fase, seperti yang penulis baca di http://regional.liputan6.com/read/3101674/5-fase-letusan-gunung-agung-pada-1963,
Fase pertama adalah fase gejala yang ditandai dengan terasanya gempa tepat di
bawah Gunung Agung. Fae kedua terjadi letusan pembuka yang kemudian
membentuk danau lava. Fase ketiga disusul dengan erupsi pertama yang
menyemburkan material vulkanik. Fase Keempat terjadi erupsi kedua yang
melontarkan material vulkanik. Fase terakhir adalah letusan susulan yang
cenderung berlangsung lama.
Data dari PVMBG, Kamis,
(21/9/2017), telah terjadi 30 kali gempa vulkanik dangkal, 105 kali gempa
vulkanik dalam, dan empat kali gempa tektonik lokal. Pengungsi mulai
meninggalkan rumahnya dan mencari posko-posko yang disediakan untuk menggungs
di zona aman. Hingga saat ini kondisi pariwisata di Bali masih aman untuk
dikunjungi, kecuali di dalam radius yang dilarang oleh PVMBG.
Usai statusnya dinaikkan menjadi status awas, Jumat, (22/9/2017), warga yang berada di zona merah berbondong-bondong mengungsi. Semua tempat wisata ditutup,
kecuali wisata yang daerahnya jauh dari Gunung Agung. PVMBG menetapkan
radius 12 kilometer dari puncak Gunung Agung merupakan
jarak aman.
Di Pulau Bali banyak tempat beribadah (Pura) dan di dalamnya
tentu banyak benda-benda sakral. Saat Gunung Agung berstatus awas, bagaimana
nasib benda-benda sakral tersebut? Seperti yang penulis baca di http://regional.liputan6.com/read/3110547/awas-gunung-agung-bagaimana-nasib-benda-sakral-pura-besakih,
mereka (orang-orang Bali) melakukan ritual "Pengelempana" atau penduh jagat, menurut sejarah Gunung Agung yang pernah empat kali
pernah meletus, yakni pada 1808, 1821, 1843, dan 1963, benda-benda yang
disakralkan di Pura Besakih itu hanya bergeser ke mana-nama tetapi terbukti aman.
Jumat, (29/9/2017), Gunung Agung terus
mengalami peningkatan gempa vulkanik dangkal hingga 300 kali dalam satu hari. Artinya,
gunung api setinggi 3.031 meter di atas permukaan laut (mdpl), itu sudah dalam
kondisi kritis. Bahkan, Gunung Agung siap meletus kapan saja. Ada 134 ribu lebih warga yang mengungsi di 484 titik pengungsian yang tersebar
di berbagai wilayah Bali.
Setelah mengungsi sekitar selama tiga minggu, beberapa
pengungsi kembali ke desanya masing-masing. Seperti yang penulis baca di http://news.liputan6.com/read/3122053/ini-urutan-waktu-erupsi-gunung-agung,
ada tiga tipe erupsi dari gunung api, termasuk Gunung Agung.
Berdasarkan pantauan puncak gunung juga masih tertutup
awan putih. Data terakhir di Pos pengamatan PVMBG Desa Rendang, aktivitas
kegempaan mengalami penurunan baik vulkanik dalam maupun dangkal pada Selasa,
(10/10/2017). Petugas pos pemantau kini menyiapkan alat portabel multi
gas atau Multi Gas Analyzer System untuk mendeteksi gas dari sulfur hidrogen
sulfida hingga karbondioksida.
Tak disangka-sangka Ketua DPR, Setya Novanto mengunjungi
pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem dan Buleleng, Bali pada Jumat,
13 Oktober 2017. Padahal ia sedang sibuk soal penetapan tersangka kasus korupsi
e-KTP dan urusannya di Partai Golkar.
Gempa tremor non-harmonik lagi-lagi masih mengguncang Gunung Agung. Sabtu, (14/10/2017), PVMBG mencatat gempa tremor non-harmonik terjadi sebanyak tiga kali, Gempa
Tremor juga belum Mengindikasikan Gunung Agung siap meletus.
PVMBG Sempat menurunkan status Awas (level IV) menjadi Siaga
(level III), tetapi status Awas gunung tertinggi di Pulau Dewata ini belum dicabut.
Berdasarkan data PVMBG pada hari Jumat 27 Oktober 2017, tercatat jumlah
aktivitas vulkani dangkal Gunung Agung mencapai 50
kali, vulkanik dalam 50 kali, tremor non harmonik dua kali dengan durasi 85-165
detik dan tektonik jauh satu kali dengan durasi 65 detik.
Hingga saat ini, Sabtu, (28/10/2017) Gunung Agung belum
mengeluarkan lavanya. Apakah tahun ini Gunung Agung akan meletus dan terulang
sepeti tahun 1983?

Semoga Gunung Agung tidak meletus lagi mengingat rakyat Bali yg akan segera merayakan hari Galungan🙏
BalasHapusIya aminn, semoga aja engga Meletus ya kak 😊
HapusInfonya sangat membantu:)
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih Balqish 😊
HapusSemoga ada hikmah nya .. Aamiin
BalasHapusaminn ya robbal alamin
HapusSemoga ada hikmah nya .. Aamiin
BalasHapusJangan sampe dong meletus, semoga status gunung nya dapat normal kembali yaa, kali aja ada hikmah nya
BalasHapusiya , semoga aja ya :)
HapusKasian warga bali kalo meletus lagi.. moga aja nggk yah.. Artikel nya lngkap bgus ckup informatif.
BalasHapussemoga aja enggak meletus ya, terima kasih :)
HapusDuh judulnya menarik banget si
BalasHapusmakasih loh, Miranda :)
Hapusterima kasih informasinya keren
BalasHapusterimakasih infonya mba fitri tadunya saya memang mau ke bali tapi karena informasi mba fitri jadi menunda kepergian saya untuk ke bali. semangat berkarya mba
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMakasih fitri atas info2nya...
BalasHapusJudulnya unik, ternyata tulisannya pun mengambil angle yg cukup menarik. Bagus!
BalasHapusSemoga penduduk di Bali selalu berada dalam perlindungan-Nya. aamiin :")
BalasHapusTetap berharap yang terbaik untuk alam dan manusianya di Bali serta Indonesia, hehehe. Terima kasih infonya, thor! Saran saya, typo nya bisa diperbaiki ke depannya. Semangat!
BalasHapusSaya berharap kejadian yang sebelumnya pernah terjadi tidak terulang kembali. Terima kasih informasinya
BalasHapusinfo yang menarik '-')
BalasHapus